Langsung ke konten utama

Puisi Ibu

Ibu, ibu, ibu 
oleh: Pidi baiq


Kau mengajari aku
Mengucapkan kata-kata baru
Kau menghendaki aku
Mengucapkan kata-kata bagus


Kau adalah yang tidak 
Membunuhku selagi masih bayi
Kau adalah yang tidak 
Mengutukku hingga menjadi batu


Kau sebut nama aku
Pada tiap ucap doamu
Kau jauh lebih tinggi
Daripada aneka macam sorga


Kau tanyakan kabarku
Disaat aku tinggal jauh
Kau adalah yang lunglai
Disaat aku marah pergi


Kau adalah yang malu
Disaat aku berbuat memalukan
Kau adalah yang bimbang
Tanya dengan siapa aku pergi


Kau jauh lebih harum
Dari apapun yang paling mengharumkan
Kau adalah yang bilang
jangan kecewa sabar sayang


Kau adalah dirimu
Dengan getar kupanggil kau Ibu


Ketika engkau tersenyum kepadaku
Cinta tak perlu lagi kucari darimu








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepotong sajak tentang Ayah

Kapan terakhir kali kau memeluk ayahmu? lelaki pendiam yang selalu tampak dingin itu. lelaki dalam keluarga yang tak seperti ibumu, yang suka mengomel itu. lelaki yang sedikit sekali bicaranya, yang bahkan seringkali lebih banyak menyendiri. lelaki yang menganggukan kepala tanda kesetujuannya dan mengayunkan senyum tanda ketidaksukaannya. Lelaki yang diam-diam menyuruh ibumu meneleponmu saat kau pergi jauh. Lelaki yang sembunyi menangis saat menerima kabar bahwa kau diterima di sebuah perguruan tinggi impiannya sewaktu muda dulu. Lelaki yang dimarahi oleh komandannya saat terpaksa mangkir dari piket jaga saat mengetahui kau sakit dengan suhu badan yang tinggi. Lelaki itu,, lelaki itu adalah ayahmu. Kapan terakhir kali kau memeluknya?

Plastik Kita

Saya ga tau mesti nulis apa hari ini. tapi biar kegiatan menulis saya tetap berjalan maka saya putuskan untuk menulis lirik lagu saja. menulis lirik lagu dari sebuah band indie asal jakarta, SORE. Plastik Kita  Semangat manusia tua muda malam siang  rejam rasa mencari titik kelam usia  tak berbinar tak bertuah senantiasa kita tiadakah kau puas yang bersandar yang menjulang pada nikmat  yang tlah diberikannya  dimana batas kehausan salahkah kita menjalani hidup  dimana arah tak bertujuan  sepikah kita  Sejarah berulang kita sirna  berpakaian kehampaan  kurangkah kita? tak bisakah rasa  mengalahkan kehausan yang menjajah segenap kalam surga  yang tersimpan di hati  yang dalam  Salam, salam, pada hati yang telah padam karam.  Lagu ini ada pada album baru sore yang berjudul "Los Skut Leboys" dan berada pada urutan keempat setelah lagu andalan "there goes". Fyi, lagu ini